Ramanda (Foto : IDN Times)

Jakarta – Axl Ramanda yang memiliki nama asli Ramanda Almuna Kharisma Dinata, penyanyi rocker romantis yang memiliki rambut gondrong lahir di Tasikmalaya tahun 1995. Ramanda memulai karirnya dengan mengikuti beberapa ajang pencarian bakat bernyanyi di Indonesia, seperti The Voice Indonesia dan Indonesian Idol.

Candeza berhasil mewawancarai penyanyi rocker ini, Ramanda mulai suka bernanyai sejak dari Sekolah Dasar tetapi mulai menekuninya sejak Sekolah Menengah Atas kelas 2.  

“Saya yakin kalau fashion musiknya ada di genre rock karena sudah terbiasa mendengarkan musik-musik rock sejak usia 5 tahun dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan apa yang saya dengar saat itu, sangat mempengaruhi kehidupan saya bisa menjadi seperti sekarang”. Ujar ramanda saat di wawancari.

Sebelum mengikutin kedua ajang pencarian bakat terkenal itu Ramanda hanya seorang penyanyi biasa. Tidak mudah menyerah, kekalahannya di The Voice Indonesia membuat Ramanda tertantang untuk mecoba kembali namun di ajang yang berbeda yaitu Indonesia Idol Season 11.

Awal audisi Indonesian Idol Ramanda membawakan lagu dari Dewa-19 yang berjudul Cintakan Membawamu Kembali yang berhasil membuatnya mendapatkan golden tiket dari para juri. Ramanda mengungkapkan rasa bersyukur daan rasa senangnya saat di wawancari Boy William host Indonesian Idol.

Namun sangat disayangkan, perjalanan Ramanda untuk menjadi finalis Indonesian Idol harus terhenti di TOP 11. Ramanda mengucpkan terimakasih banyak untuk Indonesian Idol dan untuk para pendukungnya.

Tidak disangka-sangka ternyata Ramanda berteman cukup dekat dengan Dul Jaelani. Pertemanan ini berawal ketika Dul sangat menyukai suara rock Ramanda dan menjadikannya vokalis saat manggung bersama.

Saat Dul mengeluarkan album terbarunya yang berjudul Sang Pemuja, Ramanda juga mengucapkan selamat di akun sosial medianya “Selamat buat mini album kitab suci Sang Peuja” @duljaelani Proud of you bro! Tau banget gimana prosesnya mini album ini sampai selesai. Full support buat lo bro”. Tulis ramanda.




Gugun dan Emmy Tobing (Foto : Liputan6.com)

Jakarta – Gugun yang terkenal sebagai anggota grup musik Gugun Blues Shelter yang beraliran blues berkolaborasi dengan seorang lady rocker, Emmy Tobing. Emmy Tobing merupakan salah satu lady rocker yang saat ini populer di kalangan pecinta musik rock Indonesia. Hasil kolaborasi mereka menghasilkan single berjudul Tak Sempurna.

Single kolaborsi ini menyatukan musik Blues dan Rock.  Menyatukan musik blues dan rock, masih menjadi hal baru dalam industri musik Indonesia. Ini yang coba dihadirkan Gugun dalam kolaborasi terbarunya di awal 2021.

Dari siaran persnya pada Minggu 31 Januari 2021, Gugun mengatakan generasi milenial masih belum tertarik dengan genre musik ini. Mereka cenderung mendengerkan musik bergenre Pop, K-pop, Folk, EDM dan lainnya sehingga kurangnya pengetahuan musik bergenre Blues dan Rock.

Lagu Tak Sempurna bercerita tentang kekecewaan pada pasangan yang terlihat sempurna, tetapi semakin lama mengenalnya ternyata orang itu berbeda dan jauh dari yang diharapkan.

Emmy merasa senang dengan kolaborasi ini, terlebih berkolaborasi dengan Gugun yang warna suaranya tidak jauh berbeda dengan Emmy.

“Semoga kolaborasi ini dapat memuaskan kerinduan para penikmat musik-musik Blues dan Rock di Indonesia dan juga memperkenalkan musik Rock n Roll ke anak-anak milenial,” terang Gugun.

Lagu Tak Sempurna bisa kamu dengarkan di berbagai layanan streaming music digital.

 


Video music yang berjudul “Smells Like Teen Spirit” milik Nirvana menjadi video musik kedua di era 90-an yang berhasil ditontan sebanyak satu miliar kali di Youtube.


Smell Like Teen Spirit diambil dari album kedua Nirvana yang bertajuk Nevermind rilis tahun1991. Tetapi video Smell Like Teen Spirit baru diunggah di Youtube pada tahun 2009 silam.


Selain sudah disaksikan sebanyak satu miliar kali di Youtube, Nirvana masuk ke dalam enam video music rock yang paling banyak disaksikan pada tahun 2010 pada channel Vevo.



Dikutip dari NME, Jumat (27/12/2019), di posisi pertama ada video music dari Gun N’ Roses yang berjudul “November Rain” yang sudah ditonton sebanyak 1,3 miliar di Youtube.


Kepergian drummer Rush, Neil Peart mengguncang dunia rock pada Januari 2020.


Drummer sekaligus penulis lagu grup band Rush, Neil Peart meninggal dunia pada 7 Januari 2020 setelah tiga setengah tahun sebelumnya didiagnosa menderita kanker otak. Peart meninggal di usianya yang ke 67 tahun.


Peart meninggal di Santa Monica, California, di hari Selasa kata salah satu keluarga Elliot Mintz (Sumber CNN).


Penghormatan kepada pria yang dikenal 'The Professor' itu datang dari seluruh dunia rock, seperti grup band Tool dan Styx yang saat itu sedang tur menghormati kepergian Pearth selama set mereka di atas panggung.


Kampung halaman Peart di St. Catharines, Ontario, bahkan merencanakan untuk menghormati kepergiannya.


Ada sebuah petisi beredar dengan gaya tertentu di kota Lakeside Park, subjek lagu di album band tahun 1975, "Cares of Steel". Seminggu setelah berita itu dipublikasikan, rekan band Peart, Geddy Lee dan Alex Lifeson, berterima kasih kepada semua orang yang menyampaikan belasungkawa.


Lagu It’s Tricky – Run DMC banyak diburu netizen baru-baru ini. Lagu tersebut berhasil digunakan sebanyak 5,1 juta kali dan menjadi tranding Tiktok pada saat itu. 


Tidak hanya netizen luar negeri saja yang terpincut oleh lagu ini, netizen Indonesia juga tidak kalah banyak yang terpincut oleh lagu ini.


Berikut lirik lagu It’s Tricky – Run DMC yang ramai digunakan di Tiktok.


[Intro]
This speech is my recital, I think it's very vital
To rock (a rhyme), that's right (on time)
"It's Tricky" is the title, here we go...

[Chorus]
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... it's Tricky (Tricky) Tricky (Tricky)
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... Tr-tr-tr-tricky (Tricky) Trrrrrrrrrrricky


[Verse 1]
I met this little girlie, her hair was kinda curly
Went to her house and bust her out, I had to leave real early

These girls are really sleazy, all they just say is please me
Or spend some time and rock a rhyme, I said "It's not that easy"

[Chorus]
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... (How is it D?) It's Tricky (Tricky) Tricky (Trrrrrricky)
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... Tricky (Tricky) Tricky


[Verse 2]
In New York, the people talk and try to make us rhyme
They really (hawk) but we just (walk) because we have no time
And in the city, it's a pity 'cause we just can't hide
Tinted windows don't mean nothin', they know who's inside


[Chorus]
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... (How is it D?) Tricky (Tricky) Tricky (Tricky)
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... Tricky (Tricky) Tricky (Tricky) huh!


[Verse 3]
When I wake up people take up mostly all of my time
I'm not singin', phone keep ringin' cause I make up a rhyme
I'm not braggin', people naggin' cause they think I'm a star
Always tearin' what I'm wearin', I think they're goin' too far
A girl named Carol follows Darryl every gig we play
Then D dissed her and dismissed her, now she's jockin' Jay
I ain't lyin', girls be cryin' cause I'm on TV
They even bother my poor father cause he's down with me

[Chorus]
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... (How is it?) Tricky (Tricky) Tricky (Tricky)
It's Tricky to rock a rhyme, to rock a rhyme that's right on time
It's Tricky... Tr-tr-tr-tr-tr-tricky (Tr-Tr-Tr-Tricky) Tr-tr-tr...


[Outro]
We are not thugs (we don't use drugs) but you assume (on your own)
They offer coke (and lots of dope) but we just leave it alone

It's like that y'all (y'all), but we don't quit
You keep on (rock!) shock 'cause this is it...


Nama band Kobe Band pasti sudah tak asing lagi di telinga generasi 90an. Band yang populer berkat single hits Positive Thinking ini diketahui telah vakum selama bertahun-tahun lamanya dari industri musik Tanah Air.


Setelah hampir 10 tahun tidak merilis album, Kobe Band merilis single baru yang berjudul Tangguh di seluruh platform digital streaming, Kamis(28/1/2021) oleh Logis Music, label baru dari Log Zhelebour.


Yang membuat menarik dari lagu Tangguh ini, Kobe Band mengemas lagu tersebut dengan unsur musik entik yang cukup kental. Gamelan Jawa menjadi salah satu pilihan Kobe Band untuk membuat musik yang baru saja dirilisnya semakin menarik.


Video klip dari lagu Tangguh dibuat dengan konsep tradisional dengan menghadirkan tokoh legendaris Gatotkaca. Beberapa penari Jawa juga ikut terlibat sebagai tambahan yang membuat suasa semakin terlihat kental nuansa tradisional di video klipnya.


"Lagu ini menjadi istimewa karena memasukkan unsur budaya Nusantara pada video klipnya diperankan oleh Gatutkoco dengan penarinya. Di sini istilah 'Tangguh' disimbolkan oleh Gatutkoco, tokoh pewayangan yang sakti dan tangguh," ujar Shance mewakili Kobe Band, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.


Impian Di Masa Depan

Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Kenyataannya, mengejar mimpi biasanya tidak semudah bermimpi. Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja keras.

Mimpi itu tidak ada batasannya, semua orang boleh bermimpi menjadi apa saja. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut. Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar layang-layang di jalan raya. Banyak rintangannya, banyak bahaya yang diakibatkannya.

Anehnya, semakin kita beranjak dewasa mimpi akan terus berubah. Jadi ingat dulu, waktu masih kecil kira-kira berumur 7 tahun saya ingin sekali menjadi seorang guru. Karena saya melihat guru di TK saya sangat sabar dan baik dalam mengajar. Sejak itu saya terinspirasi ingin menjadi guru seperti beliau. Saya banyak belajar supaya semoga suatu saat nanti sudah dewasa, kelak bisa menjadi guru.

Sayangnya, mimpi saya ketika dewasa ingin menjadi guru tidak bertahan lama. Mimpi saya berubah seiring berjalannya waktu. Ketika di umur 10 tahun tepat duduk di bangku SD kelas 4 mucul keinginan menjadi seorang dokter gigi. Entah kenapa, karena bagi saya menjadi seorang guru itu harus mempunyai keistimewaan yang lebih. Sulit berhadapan dengan anak murid yang susah diatur.

Kenapa berganti menjadi dokter gigi? Alasannya karena ada pada diri saya. Kondisi gigi saya sangat berantakan. Jadi saya ingin tau bagaimana cara mengobati atau tepatnya merapihkannya. Dan juga sepertinya menjadi seorang dokter itu asik. Bisa membantu banyak orang yang sedang kesakitan dan butuh pertolongan serius.

Kemudian saya mengikuti ekstrakulikuler dokcil (Dokter Kecil). Saat itu saya mendapat banyak sekali pelajaran baru mengenai kesehatan. Bukan hanya tentang kesehatan gigi, tapi secara keseluruhan. Bahkan saya pernah ikut serta lomba mewakili sekolah. Lomba antar SD tingkat Provinsi.

Lumayan cukup lama impian dan keinginan menjadi seorang dokter. Saya belajar dengan sangat giat di waktu itu, karena memang sangat ingin menjadi seorang dokter terutama dokter gigi. Dari SD sampai akhirnya sudah masuk SMP keinginan itu masih tetap sama. Target selanjutnya adalah masuk SMA jurusan IPA. Karena agar bisa menjadi seorang dokter tentu saja harus masuk di jurusan tersebut.

Namun sayang sekali ternyata takdir berkata lain. Saya masuk di SMA Negeri tapi jurusan IPS. Saat itu rasa kecewa sangat ada, tetapi mau tidak mau harus menerima dan menjalankan. Karena saat SMA ada lintas minat, saat itu saya mengambil lintas minat kimia. Karena menurut saya kimia itu seru dan juga bisa merasakan memakasi jas lab layaknya seperti seorang dokter.

Tapi, saat duduk di kelas 11 semester genap keinginan menajdi seorang dokter perlahan hilang. Saat itu saya ingin sekali menjadi psikolog. Alasannya tidak bisa saya ceritakan karena sesuatu hal. Saat itu saya benar-benar ingin sekali menjadi psikolog. Sampai duduk di kelas 12 saya ingin melanjutkan kuliah ke universitas negeri mengambil jurusan psikologi.

Kabar gembiranya saat itu juga saya mendapat kuota menikuti SNMPTN karena nilai saya yang lumayan cukup bagus. Dan juga psikologi bisa dari jurusan IPS. Setelah saya konsul dengan kedua orang tua saya, ternyata mereka tidak memberi izin untuk masuk ke jurusan psikologi. Saya tentu saja bertanya-tanya kenapa orang tua saya tidak mengizinkan. Tapi dengan suatu alasan yang bisa diterima, akhirnya mau tidak mau saya merelakan impian saya menjadi psikolog terhenti.

Saya berdiskusi dan ternyata keinginan kedua orang tua ingin saya memilih jurusan ekonomi. Yang padahal saya sangat benci dengan hal yang berbau hitung menghitung. Dengan berat hati saya mengiyakan permintaan kedua orang tua. Saya mendaftar SNMPTN di tiga Universitas dengan jurusan yang sama yaitu ekonomi. Berdoa tidak henti karena saya tau untuk masuk ke sebuah Universitas itu sangat sulit.

Dan benar saja, ternyata saya dinyatakan tidak diterima disemua Universitas yang saya pilih karena niali matematika dan ekonomi saya kalah dengan teman yang lainnya. Rasa kesal, kecewa, marah bercampur aduk. Tapi saya tidak boleh menyerah karena masih ada cara lain yang masih terbuka lebar. Dengan semangat saya mengikuti SBMPTN. Mengambil Universitas Negeri dan jurusan yang sama seperti SNMPTN, karena masih ingin membanggakan kedua orang tua dengan membuktikan bahwa saya bisa masuk ke Universitas Negeri dengan jurusan ekonomi.

Hari semakin dekat dengan SBMPTN. Dan saya juga semakin tegang karena khawatir akan soal ujian dan hasil ujian nantinya. Ujian telah berlangsung tiba saat nya pengumuman hasil ujian tersebut. Dengan ragu dan rasa penasaran akhirya saya membuka website pengumuman hasil kelulusan ujian. Benar saja, keraguan di awal yang saya rasakan terjawab lagi-lagi saya ditolak di semua Universitas yang saya pilih.

Masih belum menyerah karena masih ada satu cara lagi, yaitu ujian mandiri. Dengan melakukan persiapan yang lebih matang, saya siap mengikuti ujian mandiri tersebut. Di salah satu Universitas Negeri yang ada di Jakarta dengan jurusan yang masih sama yaitu ekonomi. Tapi lagi, lagi, dan lagi hasil ujian menyatakan saya ditolak. Dan ini cara terakhir agar bisa masuk Universitas Negeri.

Rasa kesal, kecewa, marah, malu, lelah semua datang bersamaan. Sempat menyalahkan kedua orang tua karena memaksa saya mengambil jurusan yang tidak disukai, padahal jelas-jelas nilai saya kurang dalam bidang itu. Apalagi mendengar bahwa teman-teman saya yang lain sudah mendapat Universitas pilihannya. Dan akhirnya mau tidak mau saya memutuskan tidak kuliah di tahun ini. Ya, gapyear saya dari awal memang tidak mau masuk Universitas swasta karena tidak ingin membebani kedua orang tua.

Mengisi kekosongan selama satu tahun saya bekerja. Masih dengan impian yang sama ingin menjadi seorang psikolog. Jalan tiga bulan saya bekerja, ternyata keinginan dan mimpi saya ingin menjadi seorang psikolog berubah. Saya ingin sekali bekerja di salah satu stasiun televisi. Karena itu saya bertekad mengambil jurusan Broadcasting. mengganti keinginan masuk Universitas menjadi Politeknik Negeri yang ada jurusan Broadcastingnya.

Di tahun berikutnya tiba untuk mendaftar masuk perguruan tinggi. Saya mendaftar Politeknik Negeri dengan dua jurusan yaitu Broadcasting dan Penerbitan. Kenapa Penerbitan? Karena setelah saya lihat prospek kerjanya, ternyata lulusan penerbitan bisa menjadi seorang reporter. Dengan sangat yakin mengerjakan ujian masuk Politeknik Negeri diiringi berdoa, akhirnya benar saja saat itu saya dinyatakan diterima. Dengan tapi, saya diterima di jurusan Penerbitan.

Dengan keinginan saya yang ingin bekerja di salah satu stasiun televesi, tentu saja apabila dihubungkan dengan jurusan Penerbitan saya ingin sekali menjadi seorang reporter.  Jadi mulai saat itu, mimpi saya ingin menjadi seorang reporter yang baik dan sukses. Saya akan berdoa, belajar, dan berusaha dengan giat agar mimpi itu tercapai. Tidak ada yang tidak mungin untuk suatu hal apapun. Ketika nantinya saya berhasil mewujudkan mimpi, saya akan buat bangga kedua orang tua saya.